Kekuatan Cinta Rakyat buat Jokowi Bertahan, Yang Ingin Menjatuhkan Kian Kewalahan

 

Pencapaian Jokowi dalam 3 tahun memimpin yang menoreh banyak penghargaan dari luar, tidak akan berdampak dan berpengaruh pada mereka yang pro Gerindra, PKS, FPI ataupun termasuk Demokrat, meski mereka berobat masih menggunakan KIS. Tetapi pencapaian rezim saat ini justru akan membuat mereka yang mendukung Jokowi tidak mau meninggalkannya krn mereka akan berkata “tidak salah pilih” yang artinya akan memilihnya lagi dlm pertarungan 2019. Kenyataan yang ada pendukung rezim saat ini jauh lebih banyak daripada yg tidak dan pro dengan seperti disebutkan diatas.

Dengan demikian pertarungan politik (pilkada) serentak 2018 nanti yang kemudian disusul Pilpres 2019, sudah dibangun sejak dini. Isu yang amat trend kembali dimunculkan PKI Versus Islam. Pertanyaannya, kenapa isu PKI yang dipilih? karena 32 tahun Soeharto memimpin dan melanggengkan kekuasaanya berhasil mencuci otak segenap bangsa Indonesia bahwa PKI tidak bertuhan dan sangat kafir, sementara kenyataannya tidak demikian.

Di era Gusdur, doktrin-doktrin Soeharto dengan pasukan militernya dan platform golkar mulai ditepis dan Gusdur keras menantang sektarianisme agama bahkan sempat hendak mencabut TAP MPR yang melarang pemahaman marxis. Namun Gusdur ditumbangkan dengan keji oleh konspirasi terselubung Amien Cs.

Isu tersebut kembali muncul saat ini untuk menyerang rezim Jokowi ternyata seperti kewalahan, dimana justru Jokowi bukan ditinggalkan oleh para pemilihnya justru pendukungnya malah smkin cinta. Maka disiapkanlah sekaligus munculah tokoh yang selalu sibuk dan piawai dalam hal pelengseran yaitu Amien Rais. Dalam pilkada DKI nama Amien Rais muncul kepermukaan, dan sekarang sedang hot-hotnya, baik bicara soal DPR, KPK, HTI, PERRPU, dsb. Disisi lain Demokrat pimpinan SBY yang kini lebih banyak diam tentunya akan bikin kejutan kembali, yang jelas bukan lagi dengan istilah “lebaran kuda”.

Maka sudah sepatutnya generasi muda untuk menyimak orang-orang tua yang mengacau, jika itu anda anggap benar maka dukunglah pertahankanlah, jika itu jelas tidak benar, maka bangkitlah melawan, tidakah Indonesia ini bosan dipenuhi tua-tua pengacau sekaligus impoten.

Apa yang kau harapkan dari DPR, Tembok Perwakilan Rakyat kini buta dan tuli, DPR tidak bersinergi ataupun harmonis dengan pemerintah, dan kehilangan hakikat serta fungsi dari kelembagaan itu sendiri, karena yang dipikirkan sekaligus dilakukan hanya untuk kepentingan Partai. Maka tak usah heran jika korupsi berjamaah ada di dalam gedung tersebut yang uangnya mengalir ke partai-partai selain kantong pribadi. Tidakkah kita muak?

Yang berkecukupan atau menengah keatas mungkin biasa-biasa saja, tapi jika kita lihat mereka yang betapa sulitnya mendapat pekerjaan, mereka yang kelaparan tertidur di depan ruko dan pinggir jalana, mereka yang dipelosok yang hanya makan umbi-umbian, dst. Dan mereka itu menitipkan amanah untuk disuarakan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat. Si Dewan justru lebih menyibukkan diri berkolaborasi dengan para elite politisi untuk sama-sama menumbangkan kekuasaan untuk kekuasaan. Sementara pemegang kekuasaan saat ini yaitu Jokowi sedang fokus untuk memperbaiki negeri ini yang sedang oleng, hal ini dapat dilihat dari etos kerja dan pendekatan kepada riil rakyat menengah bawah, seharusnya DPR mendukung jika mereka suara rakyat.

Yang amat ironis partai-partai besar yang selalu bicara atas nama rakyat, ormas-ormas keagamaan yang selalu bicara atas nama ketuhanan, DPR yang merupakan perwakilan rakyat, politisi yang selalu bicara atas nama kebaikan bangsa, bersatu padu memusuhi, menyerang, melengserkan, mengacau, mendikte, rezim saat ini yang banyak dicintai rakyatnya. Seharusnya mereka justru mendukung, kenapa tidak? Karena keserakan itu tanpa batas.

Kekuatan rezim saat ini bisa tetap bertahan karena kekuatan rakyat yang mencintainya. Dan mereka yang hendak menumbangkannya tentunya sangat sulit, terlihat dari beragam isu yang disajikan terpental satu-persatu, mereka lupa rakyat bersatu tak bisa dikalahkan dan kenyataan yang harus mereka terima, rakyat yang mencintai Jokowi jauh lebih banyak dari yang mendukung mereka.

Maka tak heran jika nama seperti Amien Rais, muncul kembali, DPR gaduh kembali, para politisi saling membabi buta, hanya untuk menumbangkan rezim saat ini tetapi dengan nafas yang tersengal-sengal karena selalu gagal.

Anak Bau Kencur, Fahri Hamzah, dan KPK

 
Fahri Hamzah dan Tsamara Amany
Mengenai kultwit saya tentang KPK dan Fahri Hamzah, saya sudah jelaskan berulang kali. Pandangan saya tentang KPK jelas bahwa lembaga ini harus terus didukung karena kinerjanya yang luar biasa selama ini dalam menangkapi para koruptor. Pandangan saya tentang Fahri Hamzah pun jelas bahwa ia mengalami sesat pikir dalam memahami KPK sehingga ia bisa mengeluarkan statement seperti 'E-KTP khayalan', 'KPK melakukan bisnis penangkapan', dan seterusnya.
Tapi kali ini saya tak akan menjelaskan soal itu lagi. Sesat pikir Fahri Hamzah sudah saya bantah lewat kultwit, artikel, bahkan beberapa video yang diupload oleh PSI di akun media sosialnya. Saya tak peduli dengan kata-kata yang menyebut saya sekadar ingin cari panggung atau popularitas, yang saya pedulikan adalah sesat pikir Fahri Hamzah ini harus dibantah agar tak dianggap menjadi sesuatu yang wajar. Tak pantas pimpinan DPR berucap jika tak punya bukti konkret.
Namun, dalam tulisan ini saya ingin membahas sisi lain yang menurut saya menarik dalam dinamika twitwar ini. Ada serangan mengenai kebaruan saya dan partai politik tempat saya bernaung. Semua berawal dari twit Fahri Hamzah sendiri.
"Maklum partai baru, kita didik aja. Tapi semua ini pendukung agar korupsi di DKI ditutup KPK," katanya menanggapi twit Guntur Romli tentang twitwar ini.



Tentu saja tuduhan yang terakhir merupakan tuduhan serius. Sudah banyak deretan tuduhan serius Fahri Hamzah. Anehnya, hingga saat ini, ia tak mampu memberi penjelasan apalagi bukti terkait itu. Lagipula, Fahri Hamzah dan juga para pendukungnya harus sadar bahwa Pilkada telah selesai. Kalian menyuruh orang untuk move on, kenyataannya kalian yang belum move on.
Mendukung KPK adalah mendukung agenda pemberantasan korupsi, tak ada kaitannya dengan mendukung salah satu paslon dalam Pilkada 2017. Pemberantasan korupsi merupakan agenda kita bersama sebagai bangsa. Ini amanat reformasi.
Namun poin menarik yang akan saya bahas dari twit Fahri Hamzah itu adalah mengenai partai baru tersebut. Twitnya yang lain menyebut kami hanya pencitraan. Ini lucu sekali sebenarnya, kebaruan partai politik jadi alasan bagi Fahri Hamzah untuk mendelegitimasi argumen soal KPK?
Mungkin Fahri Hamzah kurang gaul alias kurang baca berita. Coba Fahri Hamzah tengok Perancis yang kemarin Presidennya duduk sebelah Presiden Jokowi ketika KTT G-20 di Jerman. Seorang pemuda bernama Emmanuel Macron (39) terpilih menjadi Presiden termuda di Prancis. Partai politik Macron baru berdiri selama 14 bulan, tapi kini berhasil meraih suara mayoritas parlemen Prancis. En Marche, partai politik baru itu menang hingga 43% atau 301 kursi dari 577 kursi yang tersedia di parlemen.
Jangan meremehkan kebaruan, Pak Fahri. Dulu, En Marche pun ditertawakan oleh partai-partai mapan lainnya di Perancis. 14 bulan kemudian, anggotanya mencapai 200.000, pendirinya menjadi presiden, dan kursi parlemen dipenuhi oleh mereka.
Tak lama setelah twit Fahri Hamzah itu, pendukungnya menyerang saya, bukan dengan argumen yang disertai fakta dan data, tapi dengan alasan bahwa saya anak bau kencur dan tak pantas diladeni oleh Fahri Hamzah.
Sejak kapan ada alasan seorang pimpinan DPR tak perlu meladeni perdebatan mengenai isu pemberantasan korupsi karena argumen tersebut keluar dari seorang anak bau kencur?



Ternyata sesat pikir Fahri Hamzah memang menular ke para pendukungnya. Logika ini sangat kacau. Karena, jika ini alasan yang kalian pakai, apakah kalian juga akan menyatakan bahwa Sukarno, Hatta, Sjahrir, dan pendiri bangsa lainnya merupakan anak bau kencur yang tak pantas diladeni oleh Belanda pada masa itu?
Pendiri bangsa kita berjuang sejak usia yang sangat muda. Sukarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) ketika usianya 26 tahun. Ya, seperti kalian suka menyebutnya, Sukarno berjuang sejak "bau kencur" dan mendirikan partai politik baru yang mampu mengorganisir kekuatan massa melawan penjajahan Belanda.
Dan jelas saja, Belanda tak menganggap enteng kekuatan "anak bau kencur" Indonesia. Pendiri bangsa pernah dipenjara oleh Belanda karena mereka khawatir kekuatan anak muda yang kalian sebut bau kencur itu bisa menumbangkan rezim kolonial mereka. Apalagi kekuatan ini mewaklili suara publik ketika itu.
Saya penasaran, apa yang akan kalian nyatakan jika hidup di zaman itu? "Sudahlah, Belanda! Jangan ladeni mereka. Masih bau kencur kok," begitukah?
Ketika Fahri Hamzah turun ke jalan agar Soeharto lengser, bukankah dirinya juga masih bau kencur? Fahri Hamzah dengan lantang bersuara ketika itu. Hingga detik ini pun, Fahri masih lantang. Sayang kelantangannya hari ini dipakai untuk mencerca KPK tanpa bukti yang jelas.
Lagipula, begini lho, kalau memang saya ini anak bau kencur yang menurut kalian akan kalah telak kalau berdebat dengan Fahri Hamzah, ya sudah, hadapi saja. Toh kalau memang betul Fahri Hamzah bisa skak mat argumen saya secara terbuka, kalian juga kan sebagai pendukungnya yang senang.
Saya siap mempertahankan argumen saya soal KPK dengan fakta dan data. Fahri Hamzah menyatakan dalam twitnya di atas bahwa ia ingin mendidik saya. Kalau begitu, mari jalankan fungsi pendidikan tersebut, bukan dengan menghindar dengan alasan tidak selevel, tapi hadapi dengan argumen yang berdasarkan fakta dan data pula.
Setiap anak muda punya tanggung jawab untuk berkontribusi bagi Indonesia. Jadi, jangan salahkan saya sebagai anak bau kencur yang ingin mempertahankan idealisme untuk memerangi korupsi dan mendukung KPK sebagai garda terdepan yang melawan para koruptor.
Saya juga tak mau tuduhan-tuduhan Fahri Hamzah dinilai wajar oleh orang-orang. Seorang pimpinan DPR harus bisa mempertanggungjawabkan argumen dan tuduhannya. Ini penting untuk menjaga martabat DPR. Sekali lagi, hadapi saja saya dan argumen saya, tak perlu takut, toh saya hanya anak bau kencur, kan?kumparan

Sebut Di Surga Ada Pesta Sekh, Benarkah Kenikmatan Surga Seperti Digambarkan Ustadz Ini ?

 

“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan” (QS. As-Sajdah :17)

Hari akhir, akhirat, surga dan neraka menjadi ranah gaib. Gaib bukan berarti tidak ada. Dalam setiap agama dan kepercayaan, tema-tema tersebut mesti diimani meski untuk membuktikan secara ilmiah jangkauan ilmu manusia belum bisa membuktikan keberadaan alam-alam tersebut.

Tetapi, ya itulah. Tidak semua point atau tema dalam agama yang bisa dijelaskan secara akal. Nah, ranah yang masih belum bisa dijelaskan secara akal, disebut dengan ranah gaib. Bagi yang meyakini kebenaran agama, kita dituntut untuk memercayainya, meyakininya bahwa hal itu benar-benar ada.

Lantas, darimana kita mengetahui tentang keberadaan alam gaib ? Tentu saja dari utusan Tuhan, yakni nabi dan rasul. Mereka sebagai pembawa berita, pemberi informasi, penyambung lidah Tuhan yang memberikan kabar kepada umat manusia tentang alam-alam tersebut.

Namun, interpretasi mengenai kenikmatan surgawi atau bahkan hukuman di neraka terkadang dijelaskan secara maknawi. Penuh dengan simbol-simbol dan tidak bisa diterjemahkan secara literal. Oleh karenanya, untuk menafsirkannya tidak boleh sembarangan, yang bakalan merusak pemaknaan kita terhadap alam akhirat, surga dan neraka.

Tapi sayangnya, sebagian kita justru asyik dan merasa paling tahu mengenai kenikmatan surga dan hukuman di neraka. Kita mengambil mudahnya saja. Bahwa kenikmatan surga adalah bidadari, sungai madu dan susu beserta seabrek kenikmatan lainnya. Begitu pula sebaliknya ketika kita menjelaskan hukuman di neraka. Seakan-akan kita lebih pintar dan mengerti daripada utusan Tuhan sendiri. Hal ini juga yang dipercayai sebagian ulama, ustadz atau mereka-mereka yang menyebut dirinya demikian. Seperti terlihat dalam ceramahnya Ustadz Syam di sebuah stasiun televisi nasional yang diunggah ke media youtube. Ceramah subuh tersebut memang terlihat dipotong, sehingga kita mendapatkan point bahwa di surga ada sebuah “pesta sex.” Sayangnya, kelanjutan dari ceramahnya tidak diulas lebih jauh. Perlu “Tabayyun” dan konfirmasi kepada ustadz yang bersangkutan, apakah memang demikian pendapatnya ?

Tapi, jika memang demikian kepercayaan sang Ustadz maka bisa dikatakan Sangat disayangkan. Disebut sangat disayangkan karena penggambaran surga seperti itu hampir diamini sebagian besar umat ini. Bukankah memang ini juga yang diajarkan sebagian guru-guru agama kita semenjak kecil ? JIka seorang lelaki muslim masuk surga maka kelak akan mendapatkan bidadari. Penggambaran bidadari sebagai sesosok perempuan cantik, molek dan selalu perawan adalah cerita lumrah yang diceritakan dari generasi ke generasi umat Islam. Penggambaran atau penafsiran seperti ini seakan sudah menjadi kebenaran itu sendiri. Padala, kembali lagi, itu hanyalah penafsiran terhadap ayat-ayat kitab suci. Maka, ketika semasa kecil penulis mengajukan pertanyaan kritis kepada sang guru agama, bagaimana dengan posisi seorang perempuan muslim yang sholeh, apakah ia akan mendapatkan bidadari juga ? Tidak ada jawaban yang memuaskan dari sang guru. Seakan-akan surga itu diperuntukkan untuk Kaum Adam saja.

Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat ayat yang menerangkan bahwa orang-orang beriman dan beramal kebajikan di surga kelak akan memperoleh “azwaajun muthahharah” (Al-Baqarah 25; Alu Imran 15; An-Nisa’ 57) atau “huurun `iin”(Ad-Dukhan 54; Ath-Thur 20; Al-Waqi`ah 22). Barangkali karena kebanyakan penafsir kita laki-laki, maka dalam tafsir-tafsir Al-Qur’an bahasa Indonesia “azwaajun muthahharah” sering diterjemahkan “istri-istri yang suci”.

Arti terjemahan yang berbau perbedaan gender ini perlu segera mengalami reformasi, sebab dalam bahasa Arab istilah “azwaaj” (plural dari “zawj”) tidak melulu berarti “istri”, melainkan dapat juga berarti “suami” atau “pasangan” atau “kelompok”, tergantung dari konteks masalahnya.

Sedangkan kata “huur”, yang sering diterjemahkan sebagai “bidadari”, berasal dari tiga huruf dasar ha-waw-ra yang artinya “teman setia”. Istilah ini berlaku baik bagi pria maupun wanita, dan sama sekali tidak merujuk kepada gender tertentu, apalagi dengan konsep “bidadari” yang berasal dari pemikiran pra-Islam. Dari akar kata ha-waw-ra,muncul “huur”, “hawariy” atau “huwaar”, yang semuanya berarti “teman setia”, bisa jadi laki-laki dan mungkin juga perempuan.

Sesungguhnya penafsiran surga yang sering diceritakan dari generasi ke generasi umat Islam sepanjang masa adalah imbalan yang sifatnya duniawi. Imbalan kenikmatan yang “sudah” pernah dirasakan di dunia ini juga. Padahal ,sejatinya seperti disebutkan dalam ayat pembuka di awal paragraf ada penegasan, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti.” Hal ini sejalan dengan hadits Nabi Saw :

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda : “Allah SWT Berfirman : Telah Aku siapkan bagi Hamba-Hamba-Ku yang sholeh, apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan didengar oleh telinga dan terlintas dalam benak manusia.” Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam-macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Shahih Muslim-Shahih Bukhari).

Dengan demikian, baik dari ayat Al-Qur’an sendiri dan hadits Nabi Saw, kenikmatan surga jauh berada di atas level kenikmatan duniawi, apalagi hanya sekadar “pesta sex” yang dipercayai sebagian kalangan. Dengan kata lain, kenikmatan surgawi adalah sebuah kenikmatan yang belum pernah dirasakan oleh panca indera kita. Sebuah kenikmatan yang melampaui itu semua. seword

Anies Baswedan di-Bully Netizen Gara-gara Lakukan Tindakan Ini

 


Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta (terpilih) di-bully sejumlah netizen gara-gara melakukan tindakan seperti ini.

Melalui akun instagramnya, Anies mengaku baru saja mengikuti pengajian rutin Kliwonan Habib Luthfi di Pekalongan, Jawa Tengah.
Usai mengikuti pengajian tersebut, lalu lintas di jalanan sekitar dari dan atau menuju tempat acara sangat macet.
Anies yang mengenakan kemeja putih dan bersarung kemudian mendapat tawaran tumpangan sepeda motor.
Karena Romadhon, teman yang menawari motor tersebut, memakai kain sarung, Anies pun menawarkan diri yang menyetir sedangkan Romadhon duduk di belakang menjadi penumpang.
Dalam foto itu terlihat, Anies memakai helm tetapi tidak cikunci sehingga talinya terlihat menggantung, sedangkan penumpangnya tidak memakai helm.
Bahkan, sang penumpang pun melepas kopiah hitam dan memegangnya menggunakan tangan kiri.
Sepeda motor yang ditumpangi merek terkenal dan sepertinya masih baru sehingga menggunakan nomor bantuan berwarna merah.
Anies menulis status: @aniesbaswedan Sepulang mengikuti pengajian kliwonan Habib Luthfi di Pekalongan. Lalu lintas macet luar biasa.
Mas Romadhon, menawarkan tumpangan; karena pakai sarung maka saya ajak tukar posisi: saya di depan dan dia di belakang. Naik motor pakai sarung terasa sejuk.
Selamat berakhir pekan, teman-teman.
Inilah komentar para netizen.
Sandiruswanda: Ko yg belakang gak pake helm pak?
Pancasila_enthusiast: ini pak yg namanya teladan? tidak memakai helm di jalan raya?
Hendie_hs: Belum jd gubernur sdh berani bonceng 2 ga pake helm gmna nanti nih ckckck
Opickar007: Dikancingin dong pak tali helmnya
Dhany_wijayaa: Dikancingin helm nya pak biar kaya beneran
Septianbdmnty: dack amanah
Imrilqzfrdn: DP 0% gimana pak?
Muhammadridhoagung_: Numpang ngakak
Ramadityap: Janji janji manis akankah dibuktikan kelak?? Jangan sampai hanya untuk menangin pilkada aja
Robby_oc_: tempat reklamasi mau di jadiin apa pak katanya ?
Pekanbaru_: luculucuanDp nol rupiah gimana
Ni2ngchan: Dilantik aja belom bapaknya.... so pasti dia bakal merealisasikan janjinya secara bertahap... sabar bro
Deek_ady: Wkwkwkk di bully
Randysssss: Hahahahaha kalo gubernur langgar aturan mah bebas. Yg penting seiman yg penting masuk sorga. Amiiin
Medusarevenge: Cieeee gubernur santun, pakai helmnya ga santun... Nyontohin ngeboncengin org juga ga santun sama peraturan ( baca : ga pake Helm) , plat nomernya juga ga santun... Yg penting mulut santunn yeeeeee hahaha..... 
sumber;infomenia

Giliran Tidak Ada Ahok,Haji Lulung Pun Berantem Sama M Taufik

 

Kalau sesama Bandit saling berantem, artinya tanda-tanda pecah kongsi. Begitulah kura-kura yang dialami Jakarta sekarang pasca lengsernya Ahok. Mulai dari tim Sinkronisasi Anies-Sandi yang saling cakar-cakaran rebutan posisi sampai ke anggota Dewan DPRD DKI Jakarta yang saling sikat menunjukkan eksistensinya masing-masing.

Baru-baru ini Haji Lulung ribut dengan M Taufik Si Raja Lobster itu. Pasalnya karena mempersoalkan bangunan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Taufik meributkan bahwa bangunan di sana hanya boleh tiga lantai, selebihnya harus dibongkar. Lulung pun kebakaran kumis mencak-mencak tidak karu-karuan.

Akhirnya tiba juga saatnya, cakaran-cakaran antara sesama rombongan sirkus, berikutnya ditunggu pertarungan yang seru antara Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih yak.

Beginilah kalau dua ular berbisa berada dalam satu kandang yang sama, saling memagut satu sama lain untuk menunjukkan siapa yang paling berbisa.

Bisa jadi Lulung punya bangunan disana, atau barangkali dimintai tolong sama cukong-cukong yang was-was bangunan-bangunan mereka di Pantai Indah Kapuk dirobohkan akibat ributnya si raja Lobster.

Mari kita simak mencak-mencaknya si Boss Lulung;

“Jangan Pemprov ditantangin untuk melakukan penegakan hukum, tapi elu (Taufik) kagek punye pengetahuan, kan malu”

“Makanya kemarin saya bilang, Pak Taufik harus (mengerti) substansinya. Malu dong sama Pemda. Masa anggota Dewan enggak ngerti soal itu. Kan kita (DPRD) yang bahas Perdanya tahun 2012-2014”

“Itu kan pengembang yang bangun. Kasihan orang-orang yang sudah bayar DP nanti pada lari. Jangan menakuti orang lain, kan kasihan yang sudah DP di situ. Bikin bangunannya kan bukan pake kertas, pake fulus itu”

“Ya Taufik memang enggak ikut bahas Perda itu, sih. Die baru belakangan saja. Soalnya kan die baru dilantik jadi anggota Dewan itu Agustus 2014”

Jakarta oh Jakarta sial benar nasib mu kini. Silahkan makan dagangan ayat yang dibeli, Allah sudah memberikan pilihan pelayan Jakarta yang bersih, transparan dan profesional, jadi ya nikmati saja stand up komedi dari gerombolan lalat, tikus dan benalu parasit.

Ngemeng-ngemeng jadi sebenarnya siapa sih yang salah, Lulung atau si raja Lobster? I dunno, beib. Yang jelas kalau Ahok masih ada, dua-duanya akan dibuat KO sampai tidak berdaya untuk yang kesekian kalinya.

Namanya juga sesama rombongan sirkus yang isinya badut-badut yang lucu. Yang satu bilang bangunan tidak boleh lebih dari tiga lantai, yang satunya lagi nyerocos Perda yang disusun DPRD tak menyebutkan begitu. Ayam pun geleng-geleng kepala sampai termehong-mehong.

Menurut Lulung, Taufik itu kayak orang yang tidak tahu aturan dan hanya bikin malu anggota Dewan karena pada tahun 1999 yang silam Gubernur Sutiyoso menerbitkan SK soal zona aman di wilayah bangunan yang diributkan Taufik.

Setelah SK itu terbit, lalu dilanjutkan dengan pembahasan Perda yang dimulai sejak tahun 2012 sehingga menjadi Perda No 1 Tahun 2014 tentang Rencana Desain Tata Ruang (RDTR) di tahun 2014.

Lulung pun emosi dan mencak-mencak melihat ulahnya M. Taufik yang menantang Pemprov DKI untuk segera bongkar bangunan disana tanpa paham bagaimana aturan yang sebenarnya.

Lulung bilang, sebagai anggota Dewan semestinya M. Taufik tidak boleh serta-merta begitu karena bangunan di Pantai Indah Kapuk bakal dijadikan apartemen dan perkantoran dimana bangunan 13 lantai akan dijadikan apartemen, sedangkan yang delapan lantai dijadikan perkantoran.

Mereka ini tidak ada bedanya dengan kucing garong yang begitu bernafsu dapat hasil rampasan, lalu saling bertengkar dan cakar-cakaran berebut hasil jarahan mereka. Kalau sudah serakah dan mental perusak mau posisi setinggi apapun dengan jabatan anggota dewan yang terhormat tetap tidak akan merubah paradigma yang ada.

Lantas bagaimana sikap Pemprov DKI? Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Edy Junaedi menjelaskan bahwa memang tidak ada yang salah dengan bangunan-bangunan disana. Segalanya sudah memenuhi aturan.

Koefisien lantai bangunan (KLB) disana sudah empat. Artinya, jika punya luas tanah 1.000 meter, maka boleh dibuat bangunan vertikal dengan luas 4.000 meter dengan maksimal lantai sebanyak 28 lantai.

“Makanya tak ada yang salah dengan bangunan itu. Maksimalnya kan 28 lantai, itu kan hanya 13 dan 8 lantai yang dibangun. Ya memenuhi aturan berarti,” jelas pak Edy dengan gamblang.

Kita yang waras menyikapi fenomena saling jambak-jambakan ini dengan lucu. Saya tidak habis pikir apa jadinya Jakarta lima tahun kedepan tanpa Ahok. Bakal disuguhi stand up komedi berjilid-jilid.

Kemarin-kemarin mereka dua ini saling menabur benih kebencian untuk menjegal Ahok, sekarang keduanya saling jambak. Ahok sudah tidak ada, jadi mereka sekarang bebas berpesta pora. Ahok sudah tidak ada, kata-kata itu akan semakin menggema di ruang lingkup DPRD DKI, maju kotanya, bahagia rakyatnya.

Ternyata Bayak Bukti Sejarah Nusantara Yang Tercatat Dalam Al-Quran Yang Belum Kita Ketahui

 
Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni
Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian
( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang
Benua Atlantis terbitan Gramedia ).Yang jelas Bani Israel itu masih keturunan Suku Jawa, buktinya ibukota Israel pake nama : Java Tel Aviv, Mahkota Rabbi Yahudi yang
menjadi imam Sinagog pake gambar Rumah Joglo Jawa

Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : "ora jowo" berarti "tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun", 

sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara,
penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis,Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa. 

Menurut "mitologi jawa" yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan "ILMU KEJAWEN". 

Sejatinya "Ilmu Kejawen" adalah "Ilmu Akhlaq" yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur'an "Millatu Ibrahim" dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad
SAW dalam wujud Alqur'an dengan "BAHASA ASLI (ARAB)", dengan pernyataannya "tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq". 

Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar "Ilmu Kejawen" kepada Guru Janabadra dan
mengembangkan "Ilmu Kejawen" ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan "Ajaran Hindu", di Cina mereka namakan "Ajaran Budha". 

Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur'an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI
adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB.

Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun "CANDI BOROBUDUR" sebagai salah satu keajaiban dunia. 

Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya "CANDI BOROBUDUR" adalah bangunan yang dibangun oleh "TENTARA NABI SULAIMAN" termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang
disebut dalam Alqur'an sebagai "ARSY RATU SABA", sejatinya PRINCE OF SABA atau "RATU BALQIS" adalah "RATU BOKO" yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting.
Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ). Hasil riset
tsb juga menyimpulkan bahwa "SUKU JAWA" disebut juga sebagai "BANI LUKMAN" karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur'an. 

Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur'an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU dan meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah. 
Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur'an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. 

Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah "SYAILENDRA" , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = raja dan indra = gunung. 
Sudah menjadi keniscayaan sejarah, bahwa kemenangan Islam tahap pertama waktu "FUTTUL MAKKAH" dimana Nabi Besar Muhammad SAW. bersama orang2 beriman dengan konsisten melaksanakan perintah shalat sebagai kunci kemenangan dengan kondisi susah air, lalu Allah memberinya "SUMUR ZAM ZAM" yang penuh berkah, maka "FUTTUL MAKKAH KEDUA" akan terjadi melalui Indonesia, negeri yang penuh berkah dengan persediaan air tak terbatas ( zam zam di luar Makkah ). 

Dari Indonesialah pada suatu masa nanti akan bersatu sebuah kekuatan besar yang diinspirasi dari kekuatan spiritual Ibrahim, Daud, Sulaiman dan Muhammad SAW yang akan memenangkan Islam atas Zionis Israel dan para pendukungnya. 
yang telah menyelenggarakan Ekspedisi Menjelajah Negeri Para Nabi,situs Nabi Daud dan Sulaiman di Jawa Tengah, situs Nabi Nuh di Jawa Timur dimana di daerah ini terdapat kembaran Gunung Ararat di Turki yaitu gunung tempat berlabuhnya perahu Nabi Nuh, fosil perahu ini setelah diteliti archeolog Belanda menyimpulkan bahwa perahu tsb terbuat dari kayu jati berkapur, kayu ini hanya ada di Jawa. 

Setelah fosil kayu ini umurnya diukur melalui tehnik Isotop C14, ternyata Nabi Nuh hidup setelah zaman Nabi Ibrahim dan tempat tinggalnya di Tanah Jawa, tentu fakta ini perlu diteliti lebih lanjut. Disamping itu ada fakta lain tentang situs Nabi Daud dan Sulaiman di Yerusalem sebagaimana dimuat Majalah Times edisi 1 Februrari 2010, yang memuat pernyataan Ravael Grinberg, seorang dosen di Universitas Tel Aviv. Ia mengatakan, “Secara teori, seharusnya Anda sudah mendapatkan sesuatu hanya setelah melakukan penggalian selama enam minggu. 

Tapi nyatanya setelah dilakukan penggalian tanpa henti selama dua tahun, tidak ada hasil
apapun yang memuaskan.” 
Times menyebutkan, dalam empat tahun terakhir, berbagai organisasi Yahudi ekstrim sudah mengepung kota Jerussalem untuk melakukan penggalian bawah tanah di sekitar dan bawah Masjid Al Aqsha. Termasuk Organisasi Eilad, yang juga focus bekerja untuk mendirikan pemukiman imigran yahudi di Jerusalem. Selain itu, juga lembaga Eir David yang focus melakukan penggalian di Silwan. Menurut Profesor Finskltain asar Israel, yang juga ilmuwan sejarah di Universitas Tel Aviv, “Mereka yang melakukan penggalian bawah tanah di Jerussalem mencampur adukkan antara agama dengan ilmu pengetahuan. Eilad meyakini dogma agama bahwa ada peninggalan sejarah Daud di sana, tapi sampai sekarang tak pernah ditemukan.” 

Selain itu, Profesor Yone Mazarahe, juga pakar arkeologi Israel mengatakan, “Eilad tidak menempukan apapun dari penggalian. Bahkan sekedar plang tulisan Selamat Datang di Istana Daud, juga tidak ditemukan. Mereka hanya mendasarkan keyakinan pada teks teks yang dianggap suci oleh mereka sebagai panduan penggalian.” 
Dari fakta2 ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa Bani Jawi (suku2 di Nusantara) ini adalah Bani Israel yang tetap beriman kepada Nabi Musa dan mendiami tanah yang dijanjikan (THE PROMISED LAND) yaitu Benua Atlantis yang sekarang disebut Indonesia, sedang Bani Israel yang berdiaspora ke seluruh dunia adalah mereka yang dikutuk oleh Allah karena mendustakan Nabi Musa AS. 

Adapun Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina sebenarnya Yahudi jadi2an, maksudnya Bani Israel dari suku ke 13 yaitu SUKU KAZAR, hasil kawin campur Bani Israel yang berdiaspora dengan penduduk lokal dan saat ini posisinya mayoritas. Klaim atas Yerusalem sebenarnya sebuah kekeliruan yang disengaja, padahal Yerusalem, Temple of Solomon dan Taabut yang mereka cari selama ribuan tahun berada di Tanah Jawa yaitu CANDI BOROBUDUR DAN NEGRI SLEMAN di Yogyakarta. 

Dalam Alqur’an “taabut” artinya “kode rahasia kerajaan” yang disimpan oleh Nabi Daud, saat ini “taabut” tsb sedang dibuka rahasianya melalui candi2 yang dibangun sejak zaman Nabi Sulaiman khususnya “Candi Borobudur”, perlu diingat sebenarnya kata “CANDI” berasal dari kata “SANDI” artinya “KODE RAHASIA”, dengan demikian rahasia jejak para nabi akan segera terkuak setelah ayat Allah berupa tulisan bergambar yang ada pada candi2 di Negeri Sleman di “puzzle”kan dengan ayat2 Allah dalam Alqur’an. 

Sebagian besar ummat Islam saat ini terkecoh oleh keyakinan bahwa ” Palestina” adalah negeri yang diberkahi dan Yerusalem adalah kota suci Islam ketiga setelah Makkah dan Madinah, hal ini karena ummat Islam banyak terpengaruh hadits2 Israeliyat khususnya tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Perlu ekstra hati2 dlm mengutip hadits tentang Isra’ Mi’raj karena sebagian besar hadits palsu dan dibuat oleh kaum munafik dari kalangan Bani Israel, para ahli hadits menyebutnya sebagai HADITS ISRAILIYAT. Karena hadits2 inilah ummat Islam di luar Palestina terseret dalam permusuhan dengan
Israel dan menjadikan Yerusalem sebagai kota suci ketiga ummat Islam, padahal waktu kanjeng Nabi Isra’ Mi’raj apa yang disebut Masjidil Aqsa sebenarnya adalah Gereja, waktu itu Yerusalem masih dikuasai Roma. 

Kalo waktu itu dikatakan Nabi menjadi imam shalat berjamaah dengan para Nabi, pertanyaannya shalat apakah gerangan ? Sementara dalam hadits2 Israiliyat tsb dikatakan Isra’ Mi’raj dalam rangka menjemput perintah shalat 5 waktu sebagai hasil transaksi antara Nabi dengan Allah SWT dengan Nabi Musa sebagai konsultannya, pertanyaan berikutnya adalah mengapa harus Nabi Musa yang menjadi rujukan Nabi Muhammad ? Inilah cerdasnya Bani Israel yang telah berhasil menusuk jantung aqidah ummat Islam melalui hadits2 palsunya hingga ummat Islam terpecah belah, energi terkuras habis hanya untuk memikirkan Masjidil Aqsa, sementara Bani Israel karena ketekunannya telah berhasil menguasai dunia melalui infiltrasi kesegenap lini kehidupan.
Saat ini fokus mereka adalah Indonesia khususnya Tanah Jawa, mengapa Jawa ? Dalam Alqur’an dikatakan bahwa “ULAMA2 (ILMUWAN) BANI ISRAEL” mengenal Alqur’an sebagaimana mereka mengenal anak2nya sendiri, tentu saat ini sebenarnya banyak ilmuwan Bani Israel yang mengetahui fakta2 yang ditunjukkan oleh Alqur'an, salah satunya adalah tentang Nabi Daud dan Sulaiman.Cobalah kita mengambil ibrah dari kemampuan Nabi Daud As dalam teknologi peleburan besi dan manajemen pengelolaan gunung yang diwariskan di Tanah Jawa ( Atlantis ) banyak meninggalkan bangunan2 misteri semisal Candi Borobudur, Piramida2 Mesir dan Piramida Aztek. 

Dalam peradaban ini para pendirinya adalah 3 sosok yang luar biasa yaitu Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis yang masing2 diberi kelebihan oleh Allah SWT. Sampai saat ini negeri kita adalah satu2nya negeri yang paling banyak diwarisi gunung berapi dan deposit besi titanium tak terbatas, yang tersebar di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa. 
Besi titanium ini sejak zaman Nabi Daud sampai sekarang digunakan sebagai bahan baku pembuatan senjata khususnya KERIS, besi titanium ini juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan PESAWAT RUANG ANGKASA, dan saat ini disekitar Candi Borobudur
sedang dipersiapkan berdirinya Perguruan Tinggi Nuklir yang akan mempersiapkan desain dan pembuatan PESAWAT PIRING TERBANG oleh Tim SSQ, hanya dengan menguasai teknologi pesawat piring terbang, ummat Islam bakal mampu mengalahkan Zionis Israel dan para pendukungnya yang cenderung semakin destruktif di muka
Bumi, Yahudi memang hanya bisa dikalahkan oleh Yahudi beriman karena memang kecerdasan dan ilmunya juga sepadan. 

Tapi aneh bin ajaib, sekarang ini banyak perusahaan2 skala dunia yang secara tersembunyi berafiliasi dengan Israel berlomba-lomba mengajukan ijin untuk mendirikan pabrik peleburan besi titanium di pantai selatan Jawa, sementara perusahaan2 besar lainnya yang sebagian besar juga milik orang Yahudi, baik Yahudi Eropa maupun Amerika sudah
malang melintang menguasai hajat hidup bangsa Indonesia, sepertinya mereka akan mengembalikan penjajahan ala VOC tempo dulu (VOC adalah perusahaan milik Yahudi Belanda yang berhasil menjajah Indonesia).
Sahabat, kepada anda saya ingin menyampaikan fakta baru tentang relief "CANDI CETHO" di Karang Anyar dan "CANDI PENATARAN" di Jawa Timur. 
Pada kedua candi ini terdapat relief2 yang menggambarkan seorang raja (Jawa/Nusantara) yang dihormati oleh suku / relief / patung mirip Suku Maya, Sumeria, Aztec, bahkan
figur Yahudi dll, pertanyaannya adalah fenomena apakah ini ? Selama ini sejarah negeri kita dibuatkan oleh para "ILMUWAN BARAT ( ULAMA BANI ISRAEL )" dan sebagian besar bangsa kita mengamini tanpa reserve, karya2 mereka menjadi buku wajib bagi sekolah2 kita, secara tidak sadar generasi kita mengalami cuci otak dalam waktu yg
relatif lama, tugas kita sekarang adalah merekonstruksi kembali sejarah masa lampau Nusantara ini berdasarkan Alqur'an dengan cara mem-pazl-kannya dengan peninggalan2 nenek moyang kita khususnya candi2 di Tanah Jawa dimana istilah candi ini dalam Alqur'an disebut "MIHRAB". Kalo anda baca kisah "SYAILENDRA" di Museum "TROWULAN" Mojokerto dimana dikisahkan bahwa di Tanah Jawa ada raja bernama Syailendra yg mampu menaklukkan gunung dan sanggup memutarnya saat melawan seorang "RAKSASA". 

Dalam sejarah Islam sendiri, kita mengenal Nabi Daud adalah satu-satunya nabi yang memiliki mu’jizat sanggup menaklukkan gunung, bahkan Alqur'an menyatakan gunung diputar untuk Nabi Daud a.s. dan dalam kisahpun Nabi Daud a.s. pernah mengalahkan seorang raksasa bernama "JALUT", dialah ayah dari Nabi Sulaiman a.s. Daoed Joesoef (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dalam bukunya “BOROBUDUR” pada halaman 43,
menjelaskan makna dari kata Sailendra berasal dari kata "SAILA INDRA" yang artinya Raja Gunung atau dari beberapa sumber, makna Sailendra inipun berasal dari kata "SALIN INDRA" yang artinya bisa menguasai/berganti-ganti alam, yaitu alam manusia , alam jin/ setan dll dan alam binatang. Satu-satunya Nabi yang menguasai alam-alam ini, sehingga mampu berkomunikasi bahkan menguasainya adalah Nabi Sulaiman a.s. : “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata; ‘Hai manusia, kami telah diberi
pengertian tentang bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. 

Sesungguhnya semua itu benar-benar suatu karunia yang nyata” Jadi sebenarnya relief pada Candi Ceto dan Candi Penataran adalah informasi tentang "KEKHALIFAHAN NUSANTARA" yang menjadi “SUPER POWER DUNIA” dibawah kepemimpinan Nabi Daud , kemudian diwariskan kepada Nabi Sulaiman bersama-sama Ratu Bilqis, adapun perkiraan peta imajinatifnya dan sebaran etniknya adalah sbb : Dalam "PETA BUMI ITU ALQUR'AN", ternyata ayat2 Alqur'an dapat di-pazl-kan dengan ayat2 bergambar di Bumi, salah satu ayat bergambar adalah "CANDI BOROBUDUR" dimana pada
relief lantai 3 candi tsb terdapat kisah tentang Nabi Daud, Nabi Sulaiman, burung Hud Hud dan Taabut Perjanjian, sedang Komplek Candi Prambanan dan Komplek Istana "RATU BOKO" merupakan ayat bergambar yg bercerita tentang "KISAH RATU BILQIS DAN NABI SULAIMAN". Di Yogyakarta ada negeri bernama "SLEMAN" yg sejatinya adalah "NEGERI SULAIMAN" dengan "TEMPLE OF SOLOMON"-nya yaitu "CANDI BOROBUDUR", Negeri Sleman ini dalam bahasa Ibraninya "YERUSALEM" dimana dlm teks2 Yahudi disebut Israel Selatan yg diperuntukkan bagi "SUKU YEHUDZA DAN
BENYAMIN", suku ini dikenal sebagai "KAUM PERTUKANGAN", berambut keriting, dipimpin oleh Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, sedang Israel Utara disebut juga dengan "NEGERI SAMARIA", diperuntukkan bagi 10 Suku Bani Israel yg lain dimana di Negeri
Samaria ini terdapat sebuah gunung bernama "GUNUNG MORIAH" yg lebih dikenal dengan sebutan "BUKIT ZION". 

Dalam mitologi tentang "NEGERI SEMARANG" disebutkan bahwa nama semarang
diambilkan dari nama "BETHARA SEMAR" alias "BETHARA SAMARA", apabila dikaitkan dengan pembagian wilayah atas Kerajaan Sulaiman 
di atas, maka sejatinya "NEGERI SEMARANG" adalah "NEGERI SAMARIA" dan "GUNUNG MURIA" sebenarnya adalah "GUNUNG MORIAH" atau "BUKIT ZION" yg dijadikan simbol perjuangan "KAUM ZIONIS ISRAEL", wilayahnya terbentang sampai Borneo Utara
( apakah sebuah kebetulan Pulau "KALIMANTAN" juga disebut "PULAU SEMAR" ?), Laut Cina Selatan ketika masih berupa daratan hingga Indo China, Malaysia, Sumatra, Sulawesi hingga Papua.
Ketika terjadi banjir besar di "BENUA NUSANTARA" dan menenggelamkan sebagian besar wilayah "SAMARIA", maka jadilah apa yg disebut dalam teks-teks Yahudi sebagai "10 SUKU BANI ISRAEL YANG HILANG", dan dalam kurun waktu ribuan tahun jadilah "YEHUDZA/JEWS" menjadi "SUKU JAWA", "SUKU SIMEON" menjadi "SUKU BATAK", dan suku2 lain yg terindikasi sebagai 10 suku Israel yg hilang antara lain "SUKU JEPANG ASLI", "SUKU PATHAN AFGHANISTAN", "SUKU KASHMIR", "SUKU MANASYE MYANMAR", "SUKU KOCHIN INDIA", dan "SUKU CHIANG CHINA". 

Dari uraian di atas, maka wajarlah apabila Rasulullah pernah bersabda : Tuntutlah ilmu walau ke "NEGERI SYAIN", pertanyaannya adalah dimanakah Negeri Syain itu ? Selama ini ummat Islam menyebut Negeri Syain adalah Negeri Cina, padahal sebenarnya adalah "NEGERI SYAILENDRA" yang jauh lebih maju dibandingkan Negeri Cina yg saat itu masih dilanda peperangan antar dinasti.